Banten Pernah Jadi Kota Terbesar Di Dunia

Banten Punya Sejarah Pernah Jadi Kota Terbesar Di Dunia

Berita Indonesia Berita Terbaru

Banten Pernah Jadi Kota Terbesar didunia – Revitalisasi atau penataan kembali kawasan situs Kesultanan Banten nantinya akan dikelola oleh Badan Pengelola Kesultanan Banten, yang terdiri dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat hukum adat setempat.

Wakil Gubernur banten, Andhika Hazrumy mengatakan, hal ini mencu pada ketentuan uu no 11 Tahun 2010. tentang Cagar budaya. “prinsip yang melibatkan semua pihak  berkain dengan tujuan pelestarian aset kebudayaan. Tanpa mengesampingkan keluarga besar Dzuriyat kesultanan Banten” kata Andhika di kota serang sabtu 17/11/2018.

Penataan kembali situs kesultanan banten tahap satu, brupa relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) Hingga menata kembali alum-alum Majis Agung Kesultanan Banten. Alun-alun Masjid Agung Kesultanan Banten kini lantainya telah menggunakan marmerdan di beri payung brsar seperti di Masjid Nabawi.

Menurut andhika sejarahmencatat bahwa pada tahun 1678 bredasarkan jumlah penduduk kemakmurannya, banten merupakan kota terbesar di nusantara. Bahkan termasuk salah satu kota terbesar di dunia pada masa itu.

Banten Pernah Jadi Kota Terbesar didunia

“Peninggalan kesultanan Banten sebagai cagar budaya sangatla potenstial dan tida ternilai terangnya.

Phak keluarga Kenadziran Kesultanan Banten Menganggap revitalitas situs Kesultanan Banten seperti mimpi, untuk mengembalikan kejayaan Kesultanan islam di ujung Barat pulau jawa itu.

Lantaran, tak mudah menangani ribuan PKL yang telah berdagang puluhan tahun di sekitar masjid agung KEsultanan Banten dan keraton Surosowan.

“Bagi kami ini memang seperti mimpi. Tapi Alhamdulillah mulai kepercayaan, gubernur kepada saudara kami, Pak Andika yang sekarang menjabat sebagai wakil gubernur, ternyata penataan dpat dilakukan,” kata tubagus (TB) Annas Wasse, ketua kenadziran kesultnan banten.

 

 

Baca juga – Jalan Perbatasan Papua Tembus 909 KM Tumbuhkan Sektor Ekonomi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *