Istri Pengusaha Diperas Selingkuhan

Berita Indonesia Berita Terbaru Kriminal

NJ (47), Istri seorang pengusahan di Batam. Melaporkan seorang pria bernama Handoko alias Chun (46) yang memerasnya dengan ancaman menyebar foto syur ke media sosial.

Pelaku pemerasan kini sudah ditangkap dan ditahan di Polsek Nongsa Batam.

Saat ini Handoko sudah diamankan oleh jajaran Unit Reskrim Polsek Nongsa.

Kapolsek Nongsa AKP Albet P Sihite, Senin (1/4/2019) siang mengatakan, NJ merupakan istri seorang pengusaha di Batam.

“Korban ini merupakan istri dari pengusaha di Batam,” sebutnya.

Pelaku pemerasan yang nekat mengancam istri pengusaha dengan menggunakan foto bugil ternyata merupakan selingkuhan korban.

Pelaku menjalani cinta jarak jauh dengan NJ (47).

“Tersangka adalah selingkuhan korban, mereka saling kenal dari media sosial,” sebut Albet menerangkan.

Korban dan tersangka saling kenal semenjak 2015 lalu melalui Facebook. 

Hingga sampai akhirnya korban dan pelaku intens berhubungan melalu telepon selular.

Seiring berjalannya waktu, korban dan tersangka janji ketemu dan nekat datang ke Batam.

Permintaan tersebut pun ditanggapi baik oleh NJ.

Bahkan NJ sendiri yang menjemput pelaku di Bandara Hangnadim Batam.

Setelah bertemu, keduanya makan bersama.

Siang itu juga, korban mencarikan tersangka hotel di kawasan Nagoya.

Disana mereka makan dan beristirahat untuk menghilangkan lelah.

 Namun setelah korban diberi Air putih, Korban tidak sadarkan diri.

Ia ketiduran dan tidak tahu apa-apa.

“Korban diberi air putih. Setelah itu korban tidak sadarkan diri, tersangka menyebut kalau korban ketiduran karena tidak sadarkan diri,” ujar Albet Sihite menyampaikan sesuai laporan korban.

Disanalah pelaku nekat melepaskan semua baju korban dan mengabadikan fotonya. 

Baca juga : istri-sadis-selingkuh-dan-habisi-nyawa-suami

Foto itu kemudian menjadi senjata untuk pelaku memeras korban.

Dua minggu kemudian korban kemudian kaget ketika tersangka mengirimkan beberapa foto bugil korban.

Foto-foto itu kemudian menjadi senjata oleh pelaku untuk memeras korbannya.

Pelaku dengan gampang memeras korban.

Ia meminta sejumlah uang. Jika tidak, foto-foto tersebut akan disebarluaskan.

Sejak itu, korban sering mengirimkan uang.

“Setiap kali tersangka ke Batam, dia menyuruh korban untuk menjemput ke Bandara,” sebut Sihite.

Bahkan Jika Pelaku datang ke Batam Korban diminta untuk melakukan hubungan badan.

Tersangka meminta uang sebanyak Rp380 juta. Jika tidak, foto-foto korban akan disebarluaskan.

Korban yang tidak memiliki uang, mencoba meminjam pada sanak saudaranya.

Namun pinjaman sebanyak itu sulit didapat.

Karena tidak mempunyai uang, korban akhirnya mengirim uang sebanyak Rp 1 juta melalui ATM.

Namun pelaku tidak terima dan mengancam akan mengirimkan foto-toto itu ke media sosial dan ke pihak keluarga.

Bosan karena terus di ancam, istri pengusaha di Batam ini akhirnya membuat laporan polisi.

Korban membuat laporan pemerasan itu ke Polsek Nongsa.

Laporan tersebut langsung ditanggapi.

Bekerjasama dengan Polsek Garum Kabupaten Blitar Jawa Timur, reserse kriminal Polsek Nongsa berhasil menangkap tersangka di kediamannya, Dusun Manukan Kecamatan Garum, Blitar.

“Tersangka sudah mengakui perbuatannya,” katanya lagi.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 45 ayat (1) ke 3 UU RI nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan transaksi elektronik Junto Pasal 368 ayat (1) KUHP.

Tersangka terancam penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak milliar rupiah.

 “Korban sampai saat ini masih trauma ” ujarnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *