Jokowi Naik Sepeda Ontel, Grogi Karena TIdak Ada Remnya

Jokowi Naik sepeda Ontel, Grogi Karena Tidak Ada Remnya

Berita Indonesia Berita Terbaru

Jokowi Naik Sepeda Ontel. Sumber Kompas.comOrang nomor satu di Republik Indonesia memilih naik sepeda ontel untuk digowes dijalanan bandung. Sepeda tua itu dipilih untuk menyambut hari Pahlawan Nasional dengan menggunakan baju ala Bung Tomo

“Sepedanya memang dipilihkan. Kemudian saya pilih yang ringan. Tetapi sepeda lama, enggak ada remnya.” ujar Presiden RI tersebut. Jokowi pun mengakui bahwa ia sempat grogi karena menggower sepeda tanpa rem. karena biasanya jokowi menggowes sepda yang sudah ada remnya.

“jadi tadi saya agak groginya di situ. kalau ada jalannya yang turunan tajam, saya tubrukkan saja ketrotoar supaya berhenti.” ucapnya sambil bercanda. “Untungnya jalanan yang dilalui tidak ada turunan tajam. setelah menempuh jarak sekitar 5 kilometer. akhirnya jokowi kembali ke gedung sate dengan selamat. “kalaupun ada turunan tajam tadi, saya milih turun lalu saya tuntun sepedanya. Lanjutnya sambil tertawa.

Jokowi Naik Sepeda Ontel – Acara gowes Bertajuk “Gowes Bandung Lautn Sepeda”. Acara ini memang diadakan oleh KODIM III/siliwangin dalam rangka mempertingati Hari Pahlawan. Kepala Negara bersepeda didampingi oleh TNO dan POLRI serta masyarakat Bandung.

Jokowi mengaku sengaja tampil ala Bung Tomo untuk mengingatka suasana saat pahlawan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dulu. Mantan walikota solo ini pun mengaku tidak merasa kelelahan sat bersepeda. karena jarak yang ditempuhnya tidak terlalu jauh. “ya itu tadi hanya 5-6 kilo, ya enggak lah. kecuali 30-80 kilo baru.” ujarnya.

 

Pesan dari admin untuk para pembaca. janganlah saling menjatuhkan martabat sesama bangsa indonesia. karena, kita sebagai warga negara indonesia harus saling bahu membahu membangun nengri yang kita cintai ini agar dapat berkembang lebih baik lagi. dan juga kita tidak ketinggalan terlalu jauh dari negara yang sudah maju. jadi harapan admin mari kita tidak saling bermusuhan antar umat manusia yang ada dinegri yang kita cintai ini. walapun kita semua memiliki agama, suku, ras, dan budaya yang berbeda. tapi ingatkah kita pada apa yang telah dilahirkan oleh Bung Karno? jadikan itu sebagai pedoman kita berbangsa dan bernegara agar menjadi yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *