Menyusuri Hasil kerja Gubernur DKI di Sepanjang Sugai Ciliwung

Menyusuri Hasil kerja Gubernur DKI di Sepanjang Sugai Ciliwung

Berita Indonesia Berita Terbaru

Menyusuri Hasil Kerja Gubernur DKI di Sepanjang Sungai Ciliwung – Sungai CIliwung kembali menjadi sorotan setelah proses normalisasi sungai mandek pada 2017. penyempitan Sungai Ciliwung dianggap salah stu penyebab utama bencana banjir di beberapa titik di Jakarta.

Proses normalisasi Sungai Ciliwung itu berhenti setelah Estafer kepemimpinan gubernur dari Basuki Tjahja Purnama Alias Ahok kepasa Anies Baswedan.

Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) sudah mulai proyek tersebut sejak tahun 2013 dengan target normalisasi 33 km. Namun normalisasi terhenti sat baru tercapai 16KM pada 2018.

Alasannya, Pemprov DKI dibawah kepemimpinan Anies tak melakukan pembenahan lahan guna normalisasi. BBWSCC pun mengembalikan dana pembebasan lahan RP 40M ke negara.

Kodam Jaya menyusuri sungai ciliwung untuk mengetahui kondisi terkini rabu (21/11). Penyusuran dilakukan sejauh 13KM dari Markas Komando Resimen Induk Kodam Jaya (Rindam Jaya) di Jakarta Timur Hingga Pintu Air Manggarai di Jakarta Selatan.

Perjalan yang di tempuh menggunakan perahu karet Landing craft Rubber (LCR) milik Kodam Jaya bersama Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Joni Supriyanto dan rombongan.

Di sepanjang perjalanan tumpukan sampah bisa di temukan dibagian kiri dan kanan sungai. Serta aroma tak sedap juga terendus selama perjalanan.

Beberapa kali perahu yang di tumpangi rombongan harus terhenti karena baling-baling mesing yang tersangkur dengan sampah dan tanah. yang mana endapan lumpur cukup tinggi sementara tinggi permukaan air hanya 1 meter.

 

Menyusuri Hasil Kerja Gubernur DKI di Sepanjang Sungai Ciliwung

Jejak normalisasi ciliwung terlihat di beberapa titik, seperti di Bidaran cina dan Bukit Duri. Diwilayah itu, Lebar sungai lebih dari sepuluh meter. Lalu ada jalan inspeksi yang memisahkan bibir sungai dengan permukiman warga.

Dua lokasi itu merupakan liayah yang sempatĀ  di gusur ahok untuk keperluan normalisasi Sungai Ciliwung.

Di wilayah itu pun masih tersemat beberapa perlawanan warga terhadap penggusuran era Ahok. Seperti mural ” di jakarta, beton lebih subur daripada Pohon” dan “#SaveBukitDuri Menolak tunduk” di sekitaran bukit duri.

Kondisi itu pun di persulit dengan janji Anies yang menolak penggusuran demi pembenahan sungai.

“Kalau ada jalan inspeksi, Otomatis tumah akan dibangun menghadap jalanda n sungai. Mind-setnya kalau sungai di depan rumah, tidak akan mengotori sungai lagi.” kata bambang

 

Baca Juga : Pajak Kendaraan yang Nunggak Akan di Pasangkan Sticker

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *